Pages

Jumat, 12 November 2010

EPILEPSI (Bag 1)

Kata epilepsi berasal dari kata Yunani epilambanein yang berarti “serangan” dan menunjukkan, bahwa “sesuatu dari luar badan seseorang menimpany, sehingga ia jatuh”. Epilepsi tidak dianggap sebagai suatu penyakit, akan tetapi sebabnya diduga sesuatu di luar badan si penderita, biasanya dianggap sebagai kutukan roh jahat atau akibat kekuatan gaib yang menimpa seseorang. Anggapan demikian masih ada dewasa ini, terutama dikalangan masyarakat yang belum terjangkau oleh ilmu kedokteran dan pelayanan kesehatan.1
Orang pertama yang mengenal epilepsi sebagai gejala penyakit ialah Hipocrates. Ia menduga, bahwa serangan epilepsi adalah akibat suatu penyakit otak yang disebabkan oleh keadaan yang dapat difahami dan bukan akibat kekuatan gaib.1
Penelitian-penelitian di seluruh dunia mengenai berbagai aspek epilepsi, termasuk dasar neurobiologi, neurokimia dan neurofisiologi serangan epilepsi, gambaran klinik, diagnosis, pengobatan, aspek psikososial dan lain-lain telah banyak memberi sumbangan dalam meningkatkan pengertian tentang epilepsi dan penanggulangannya. Namun masih banyak yang belum jelas mengenai dasar serangan epilepsi, terutama yang menyangkut patofisiologi seluler dan molekuler.
Penanggulangan utama epilepsi ialah dengan obat-obat antiepilepsi. Namun epilepsi merupakan salah satu keadaan yang dapat menimbulkan masalah paling sulit dalam farmakoterapi. Kesukaran dalam penanggulangan epilepsi dengan obat-obat antiepilepsi (OAE), diantaranya disebabkan oleh banyaknya jenis serangan epilepsi yang memerlukan OAE tertentu, sifat individual pengobatan, prognosis mengecewakan pada sebagian kasus, lamanya pengobatan, sering dengan lebih dari satu obat, interaksi obat-obat, efek samping, toksisitas menahun, berbagai faktor yang dapat mempengaruhi pengobatan dan lain-lain.1
Hasil penelitian-penelitian tentang mekanisme dasar serangan epilepsi di tingkat sel dan molekul telah memungkinkan penemuan obat-obat yang dapat mencegah serangan. Walaupun dewasa ini telah banyak jenis OAE tersedia, namun dalam 25% penderita terdapat “intractable epilepsy” atau “refractory epilepsy”, yakni epilepsi yang tidak dapat atau sukar diobati dengan OAE. 1
Kemajuan dalam penelitian tentang mekanisme dasar serangan epilepsi memungkinkan, bahwa sebagian kasus “intractable epilepsy” dapat ditanggulangi dengan jalan operasi (lobektomi,komisurotomi). 1
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1Definisi
Epilepsi didefinisikan sebagai suatu keadaan yang ditandai oleh bangkitan (seizure) berulang sebagai akibat dari adanya gangguan fungsi otak secara intermiten yang disebabkan oleh lepas muatan listrik abnormal dan berlebihan di neuron-neuron secara paroksismal, didasari oleh berbagai faktor etiologi.2
Bangkitan epilepsi (epileptic seizure) adalah manifestasi klinik dari bangkitan serupa (stereotipik), berlangsung secara mendadak dan sementara dengan atau tanpa perubahan kesadaran, disebabkan oleh hiperaktivitas listrik sekelompok sel saraf di otak , bukan disebabkan oleh suatu penyakit otak akut (unprovoked). 2
Sindrom epilepsi adalah sekumpulan gejala dan tanda klinik epilepsi yang terjadi secara bersama-sama yang berhubungan dengan etiologi, umur, awitan (onset), jenis bangkitan, faktor pencetus, dan kronisitas. 2
2.2Epidemiologi
Epilepsi dijumpai pada semua ras di dunia dengan insidensi dan prevalensi yang hampir sama, walaupun beberapa peneliti menemukan angka yang lebih tinggi di negara berkembang. Penderita laki-laki lebih banyak daripada penderita wanita, dan lebih sering dijumpai pada anak pertama.3, 4
Dari banyak studi menunjukkan bahwa rata-rata prevalensi epilepsi aktif 8,2 per 1000 penduduk, sedengkan angka insidensi epilepsi mencapai 50 per 100.000 penduduk. Bila jumlah penduduk Indonesia berkisar 220 juta, maka diperkirakan jumlah pasien epilepsi yang masih mengalami bangkitan atau membutuhkan pengobatan sekitar 1,8 juta. Berkaitan dengan umur, grafik prevalensi epilepsi menunjukkan pola bimodal. Prevalensi epilepsi pada bayi dan anak-anak cukup tinggi, menurun pada dewasa muda dan pertengahan, kemudian meningkat lagi pada kelompok usia lanjut.1, 3, 4
2.3Etiologi
Tiap kelainan yang mengganggu fungsi otak dapat membangkitkan bangkitan epilepsi atau bangkitan kejang, tetapi untuk terjadi bangkitan epilepsi dibutuhkan beberapa faktor yang berperan bersama-sama. Beberapa faktor bertindak serempak dalam mencetuskan bangkitan epilepsi pada individu yang peka. 5
Etiologi epilepsi dibagi menjadi tiga, yaitu idiopatik, kriptogenik dan simptomatik. Idiopatik, penyebabnya tidak diketahui dan biasanya pasien tidak menunjukkan manifestasi cacat otak dan juga tidak bodoh. Sebagian dari jenis idiopatik disebabkan oleh abnormalitas konstitusional dari fisiologi serebral yang disebabkan oleh interaksi beberapa faktor genetik. Gangguan fisiologis ini melibatkan stabilitas sistim talamik-intralaminar dari substansia kelabu basal dan mencakup Reticular Activating System dalam sinkronisasi lepas muatan sebagai akibatnya dapat terjadi gangguan kesadaran yang berlangsung singkat atau lebih lama dan disertai kontraksi otot tonik klonik. Umumnya faktor genetik lebih berperan pada epilepsi idiopatik. 2, 5
Kriptogenik, dianggap sebagai simptomatik tetapi penyebabnya belum diketahui. Termasuk disini adalah sindroma West, sindroma Lennox-Gastaut dan epilepsi mioklonik. Gambaran klinik sesuia dengan ensefalopati difus. 2
Simptomatik dapat terjadi bila fungsi oatak terganggu oleh berbagai kelainan intrakranial atau ekstrakranial. Penyebab intrakranial misalnya anomali kongenital, trauma otak, neoplasma otak, lesi iskemia, ensefalopati, abses otak, jaringan parut. Penyebab ekstrakranial misalnya gagal jantung, gangguan pernafasan, gangguan metabolisme (hipoglikemia, hiperglikemia, uremia), gangguan keseimbangan elektrolit, intoksikasi obat, gangguan hidrasi (dehidrasi). Jaringan patologis seperti jaringan tumor bukanlah epileptogenik namun sel neuron disekitarnya yang menjadi terganggu fungsi dan metabolismenya dapat merupakan fokus epileptik, jejas otak oleh trauma lahir dan defek perkembangan dapat disertai epilepsi, pada usia lanjut tumor otak, penyakit degeneratif, dan kelainan pembuluh darah merupakan penyebab tersering. 2, 5
2.4Faktor Pencetus
Ada berbagai pencetus terjadinya serangan pada penyandang epilepsi. Pada penyandang epilepsi ambang rangsang serangan/kejang menurun pada berbagai keadaan sehingga timbul serangan. Faktor-faktor pencetus dapat berupa:6
1.Faktor Sensoris
a.Cahaya yang berkedip-kedip
b.Bunyi-bunyi yang mengejutkan
c.Air panas
2.Faktor Sistemik
a.Demam
b.Penyakit infeksi
c.Obat-obatan tertentu
d.Hipoglikemi
e.Makan tidak teratur
f.Kelelahan fisik
3.Faktor Mental
a.Stress
Fotosensitif
Ada sebagian kecil penyandang epilepsi yang sensitif terhadap kerlipan/kilatan sinar (flashing lights) pada kisaran antara 10-15 Hz, seperti diskotik, pada pesawat TV yang dapat merupakan pencetus serangan. Dalam hal ini hindarilah pergi ke diskotik dan bila menonton pesawat TV harus ada jarak yang cukup jauh, pada sudut tertentu dari pesawat dan ruangan yang cukup terang.
Infeksi
Infeksi biasanya disertai dengan demam. Dan demam inilah yang merupakan pencetus serangan karena demam dapat mencetuskan terjadinya perubahan kimiawi dalam otak, sehingga mengaktifkan sel-sel otak yang menimbulkan serangan. Faktor pencetus ini nyata pada anak-anak.
Obat-obatan Tertentu
Beberapa obat dapat menimbulkan serangan seperti penggunaan obat-obat antidepresan trisiklik, obat tidur (sedatif) atau fenotiazin. Menghentikan obat-obat penenang/sedatif secara mendadak seperti barbiturat dan valium dapat mencetuskan kejang.
Alkohol
Alkohol dapat menghilangkan faktor penghambat terjadinya serangan. Biasanya peminum alkohol mengalami pula kurang tidur sehingga memperburuk keadaannya. Penghentian minum alkohol secara mendadak dapat menimbulkan serangan.
Perubahan Hormonal
Pada masa haid dapat terjadi perubahan siklus hormon (berupa peningkatan kadar estrogen) dan stress, dan hal ini diduga merupakan pencetus terjadinya serangan. Demikian pula pada kehamilan terjadi perubahan siklus hormonal yang dapat mencetuskan serangan.
Kurang Tidur
Kurang tidur dapat mengganggu aktivitas dari sel-sel otak sehinggadapat mencetuskan serangan.
Stress Emosional
Stress dapat meningkatkan frekuensi serangan. Peningkatan dosis obat bukanlah merupakan pemecahan masalah, karena dapat menimbulkan efek samping obat. Penyandang epilepsi perlu belajar menghadapi stress. Stress fisik yang berat juga dapat menimbulkan serangan.
Setiap orang mempunyai ambang rangsang tertentu, yang sebagian besar ditentukan oleh faktor keturunan. Artinya ialah bila ada sejumlah orang diberikan rangsang kejang yang sama,hanya satu dua orang mengalami rangsangan, sedangkan sebagian lain tidak. Mereka yang tidak mengalami serangan karena mempunyai ambang rangsang serangan yang cukup tinggi. Ambang rangsang serangan ini juga dipengaruhi oleh berbagai faktor non-spesifik seperti tidak tidur untuk jangka waktu yang lama, atau terlalu letih.
Stress Fisik
Stress fisik dapat menimbulkna hiperventilasi dimana terjadi peningkatan kadar CO2 dalam darah yang mengakibatkan terjadinya penciutan pembuluh darah otak yang dapat merangsang terjadinya serangan epilepsi.
2.5Patofisiologi 1
Dewasa ini sudah diketahui , bahwa dasar serangan epilepsi ialah gangguan fungsi membran neuron-neuron piramidal dan transmisi pada sinaps. Dapat dikatakan, bahwa mekanisme serangan epilepsi ialah mekanisme fisiologik normal yang berlebihan.
Tiap sel yang hidup, termasuk neuron-neuron otak, mempunyai kegiatan listrik yang disebabkan oleh adanya potensial membran sel. Potensial membran neuron bergantung pada permeabilitas selektif membran neuron, yakni membran sel mudah dilalui oleh ion K dari ruang ekstra ke intraseluler dan kurang sekali oleh ion Ca, Na dan Cl, sehingga di dalam sel terdapat konsentrasi tinggi ion K dan konsentrasi rendah ion Ca, Na dan Cl,sedangkan keadaan sebaliknya terdapat di ruang ekstraseluler. Perbedaan konsentrasi ion inilah yang menimbulkan potensial membran. Biasanya membran sel dalam keadaan polarisasi yang dapat dipertahankan oleh karena adanya suatu proses metabolisme aktif, “pompa sodium” yang mengeluarkan ion Na dari dalam sel. Energi yang diperlukan untuk mendistribusi ion K dan Na serta mempertahankan potensial membran diperoleh dari hasil proses metabolisme sel.
Dalam keadadan istirahat neuron mempunyai potensial listrik tertentu. Tiap neuron yang aktif melepaskan muatan listriknya dan tergantung pada neuron-neuron otak mana yang melepaskan muatan listriknya akan terjadi gerakan otot, rasa sesuatu atau timbul persa panca indera. Dalam keadaan fisiologis neuron melepaskan muatan listriknya apabila potensial membrannya diturunkan oleh potensial aksi yang tiba pada neuron tersebut. Potensial aksi itu disalurkan melalui neurit asendens dan desendens yang bersinaps dengan dendrit-dendrit dan badan sel neuron. Dendrit-dendrit dan neurit adalah bagian dari suatu neuron, sehingga membran dendrit dan neurit adalah juga membran neuron.
Ujung terminal neuron-neuron berhubungan dengan dendrit-dendrit dan badan neuron-neuron lain, membentuk sinaps dan melepaskan zat transmiter kimiawi yang melalui sela sinaps dan merubah polarisasi membran neuron berikutnya. Zat kimiawi tersebut dikenal sebagai neurotransmiter. Ada dua jenis neurotransmiter asam amino yang berperan, yakni neurotransmiter eksitatorik yang memudahkan depolarisasi atau lepas muatan listrik dan neurotransmiter inhibitorik yang menimbulkan hiperpolarisasi, sehingga sel neuron menjadi lebih stabil dan tidak mudah melepaskan muatan listrik. Diantara neurotransmiter-neurotransmiter eksitasi dapat disebut glutamat dan aspartat, sedangkan neurotransmiter inhibisi yang terkenal ialah gama-amino-butirik-asid (GABA) dan glisin. Jika hasil pengaruh kedua jenis neurotransmiter pada sinaps bersifat memudahkan, akan timbul lepas muatan listrik dan terjadi transmisi impuls atau rangsang. Hal ini misalnya terjadi dalam keadaan fisiologik apabila potensial aksi tiba di neuron. Dalam keadaan istirahat membran neuron mempunyai potensial listrik tertentu dan berada dalam keadaan polarisasi. Potensial aksi akan mencetuskan depolarisasi membran neuron dan seluruh sel akan berlepas muatan listrik. Hasil pengaruh kedua jenis neurotransmiter pada sinaps akan memungkinkan impuls diteruskan ke neuron berikutnya. Segera setelah terjadi depolarisasidalam waktu singkat sekali (2-5 msec) keadaan potensial membran kembali seperti semula.
Berbagai faktor diantaranya keadaan patologik dan faktor genetik, dapat merubah atau mengganggu fungsi membran neuron, sehingga mudah dilalui oleh ion Na dan Ca dari ruang ekstra ke intraseluler. Dasar serangan epilepsi adalah depolarisasi berlebihan secara sinkron pada sejumlah neuron piramidal dalam fokus epileptik. Potensial depolarisasi ini pada elektroensefalogram dapat dilihat sebagai suatu gelombang tajam (spike), meskipun secara klinis tidak terjadi serangan (EEG interictal).
Potensial depolarisasi yang mendasari serangan epilepsi ini disebut penggeseran depolarisasi (depolarizing shift atau DS). Setelah DS biasanya terjadi hiperpolarisasi hebat dan berlangsung lama (post-DS HP), sehingga neuron-neuron secara bergantian terpacu pada waktu DS dan mengalami inhibisi selama post-DS HP. DS mencerminkan kombinasi arus-arus depolarisasi yang tergantungpada voltase (arus yang disebabkan oleh terbukanya saluran-saluran di membran bila sel-sel mengalami depolarisasi, yakni arus Na dan Ca) dan arus-arus pada sinaps akibat pengaruh neuro-transmiter eksitorik.
Influks Na dan Ca akan mencetuskan letupan depolarisasi membran, sehingga terjadi lepas muatan listrik berlebihan, tidak teratur dan tidak terkendali. Pada sinaps-sinaps neurotransmiter-neurotransmiter eksitatorik memacu saluran-saluran yang dapat menimbulkan depolarisasi. Lepas muatan listrik demikian oleh sejumlah besar neuron secara sinkron merupakan dasar suatu serangan epilepsi. Sinkronisasi neuron-neuron terjadi karena beberapa mekanisme, diantaranya peningkatan lingkaran-lingkaran (sirkuit) eksitatorik lokal sebagai akibat reorganisasi lingkaran sinaptik secara menahun setelah terjadi suatu lesi atau secara akutpeningkatan kekuatan sinaps-sinaps eksitatorik yang dihasilkan oleh aktivitas berfrekuensi tinggi neuron-neuron. Peningkatan kekuatan sinaps eksitatorik dapat disebabkan oleh pengerahan reseptor N,methyl-D-asprtat (NMDA) yang diaktifkan oleh glutamat atau aspartat. Kompleks reseptor/ saluran ini selama tranmisi sinaps normal relatif tidak aktif, karena dibendung oleh magnesiuam. Namun bila neuron-neuron mengalami depalarisasi bendungan magnesium menjadi kurang efektif dan makin banyak saluran untuk depolarisasi akan diaktifkan.mekanisme tersebut di atas sebenarnya terdapat pada neuron-neuron normal dalam korteks, namun aktivasi yang berlebihan dapat dikendalikan oleh mekanisme inhibisi yang kuat.
Neuron-neuron juga dapat bersinkronisasi karena adnya arus-arus besar yang mengalir di ruang ekstraseluler sekitar dendrit-dendritnya, adanya perubahan lingkungan ekstraseluler selama kegiatan berlebihan (kadar K ekstraseluler meningkat dan Ca ekstraseluler menurun) dan karena adnya perangkai listrik.
Suatu sifat khas serangan epilepsi ialah bahwa setelah berapa saat, serangan berhenti akibat pengaruh proses inhibisi. Diduga inhibisi ini adalah pengaruh neuron-neuron sekitar sarang epileptik, selain itu jugasistem-sistem inhibisi pre- dan post-sinaptik yang menjamin agar neuron-neuron tidak terusmenerus berlepas muatan ikut berperan.
Hiperpolarisasi yang terjadi setelah DS (pada EEG terlihat sebagai gelombang lambat dalam kompleks spike-wive) disebabkan oleh beberapa mekanisme. Misalnya inhibisi pada sinaps yang disebabkan oleh GABA, interneuron-interneuron inhibisi yang diaktifkan karena lepas muatan sel-sel piramid dan melakukan inhibisi pada neuron-neuron dalam fokus epileptik dan sekitarnya.selain itu arus-arus yang menyebabkan hiperpolarisasi (kebanyakan arus K) diaktifkan selama DS influks Ca selam DS dapat mengaktifkan arus-arus yang dibangkitkan oleh saluran-saluran ion (K dan CL ion) apabila konsentrasi Ca intraseluler mencapai tingkat tertentu.
Keadaan lain yang menyebabkan suatu serangan terhenti, ialahkelelahan neuron-neuron akibat habisnya zat-zat yang penting untuk fungsi otak, diantaranya oksigen, ATP, kreatin fosfat dan neurotransmiter serta tertimbunnya zat-zat yang dapat menyebabkan inhibisi seperti CO2, sisa-sisa metabolisme dan zat asam amino. 1
Penyebaran Lepas Muatan Epileptik
Lepas muatan listrik epileptik dapat tetap bersifat lokal dan tidak menimbulkan gejala klinikwalaupun mungkin pada EEG terlihat gelombang runcing atau lambat fokal. Lepas muatan listrik epileptik dapat menjalar ke bagian-bagian lain otak dan menimbulkan serangan yang sifatnya tergantung pada fungsi daerah otak yang tersangkut. Lepas muatan listrik dapat langsung menyebar ke neuron-neuron sekitar fokus epileptogen dan berangsur-angsur melibatkan makin banyak neuron seperti misalnya pada serangan motorik jackson atau dapat menjalar ke neuro-neuron daerah lain otak yang berhubungan dengan fokus tersebut melalui akson neuron-neuron. Penjalaran ini dapat berlangsung melalui beberapa jalur. Misalnya fokus di korteks serebri dapat menjalarkan lepas muatan listriknya melalui serabut-serabut asosiasi kortikal pendek ke daerah korteks lain di hemisfer yang sama, kemungkinan lain ialah penjalaran ke hemisfer kontralateral melalui serabut-serabut transkalosal dan serabut-serabt interhemisfer atau subkortikal lain, sehingga tercipta suatu fokus cermin. Lepas muatan listrik apileptik yang terbatas pada daerah korteks tertentu dapat menimbulkan serangan fokal. Gambaran klinik serangan fokal tergantung pada daerah korteks yang terlibat, sehingga dapat dijumpai berbagai jenis serangan, misalnya yang bersifat motorik , sensorik dan parsial kompleks. Lepas muatan epileptik dapat juga menjalar melalui serabut-serabut kortikofugal ke formasioretikularis di batang otak, yakni ke inti-inti intralaminares talamus dan mesensefalon. Inti-inti intralaminares talamus dengan demikian dapat digalakkan oleh lepas muatan listrik epileptik sekelompok neuron kortikal, sehingga pada gilirannya melepaskan muatan listriknya secara berlebihan serta tidak teratur dan merangsang seluruh neuron otak melalui serabut-serabut yang menuju ke korteks kedua hemisfer. Hal ini menjelaskan bagaimana serangan epilepsi yang pada permulaan bersifat lokal dapat menjadi serangan umum kejang tonik klonik. Inti-inti intralaminares talamus merupakan pusat lintasan aferen aspesifik yang memberi masukan ke korteks serebri dan menentukan derajat kesadaran. Terputusnya pengiriman impuls aspesifik ke seluruh korteks serebri akibat lepasan muatan listrik berlebihan dan tidak terkendali neuron-neuron di talamus menyebabkan hilangnya kesadaran.
Serangan epilepsi yang dari permulaan bersifat umum tanpa ada pencetusan fokal disebut epilepsi umum primer atau kriptogenik. Pada epilepsi jenis ini tidak diketahui etiologinya dan diduga ada faktor genetik. Serangan epilepsi umum primer bersifat serangan kejang umum tonik klonik, serangan lena atau “absens” dan serangan miokloni. Diduga pada serangan umum primer yang pertama melepaskan muatan listrik abnormal ialah inti-inti intralaminares talamus, sehingga pada permulaan serangan sudah terdapat kehilangan kesadaran. 1
Fokus Epileptogen
Sebagai telah dikemukakan gangguan lepas muatan listrik atau sifat mudah terangsang neuron-neuron di korteks serebri dapat disebabkan oleh berbagai keadaan. Salah satu keadaan ialah berkembangnya salah satu daerah otak yang mengalami cedera menjadi suatu fokus epileptogen dalam waktu tertentu. Rupanya kerusakan jaringan pada daerah tersebut menimbulkan reaksi dari neuron-neuron yang masih utuh berupa tumbhnya serabut-serabutkolateral dari akson-aksonnya yang kemudian membentuk sinaps-sinaps menggantikan sinaps-sinaps yang rusak. Sinaps-sinaps baru ini mudah terpacu, sehingga menambah hubungan-hubungan antar neuron yang eksitatorik. Terjadi juga perubahan pada reseptor-reseptor NMDA sehingga mudah diaktifkan. Selain itu interneuron-interneuron inhibisi rentan terhadap hipoksi atau cedera, sehingga inhibisi akan berkurang. Keadaan tersebut dapat dijumpai di daerah lobus temporalis berupa sklerosis hipokampus pada epilepsi parsial kompleks (epilepsi lobus temporalis). 1
1. Gangguan fungsi neuron otakKetidakseimbangan:
L-glutamat,aspartat,achetilcoline↑ (eksitasi)
GABA, glisin ↓ (inhibitor)
2. Gangguan transmisi sinaps

Kelainan pelepasan muatan listrik sejumlah besar neuron.
Karena berbagai keadaan yang mempengaruhi metabolisme otak (tergantung: daerah yang mencetuskan muatan listrik abnormal dan jalur yang dilalui).
Sehingga serangan kejang beragam dan kompleks.
Gambar 1. Skema Pencetusan Kejang pada Epilepsi
2.6Klasifikasi
Klasifikasi yang ditetapkan oleh International League Against Epilepsy (ILAE) 1981 terdiri dari:1, 2, 8
1.Bangkitan Parsial
1.1Bangkitan parsial sederhana
a)Motorik
b)Sensorik
c)Otonom
d)Psikis
1.2Bangkitan parsial kompleks
a)Bangkitan parsial sederhana yang diikuti dengan gangguan kesadaran
b)Bangkitan parsial yang disertai gangguan kesadaran saat awal bangkitan
1.3Bangkitan parsial yang menjadi umum sekunder
a)Parsial sederhana yang menjadi umum tonik klonik
b)Parsial komplek menjadi umum tonik klonik
c)Parsial sederhana menjadi parsial kompleks kemudian menjadi umum tonik klonik
2.Bangkitan Umum
2.1Lena (absence)
2.2Mioklonik
2.3Klonik
2.4Tonik
2.5Tonik-klonik
2.6Atonik
3.Tak Tergolongkan
2.7Manifestasi Klinis
I. Epilepsi Parsial (Fokal)
Epilepsi parsial adalah serangan epilepsi yang bangkit akibat lepas muatan listrik di suatu daerah dikorteks serebri (terdapat suatu fokus di korteks serebri).
Dibagi menjadi 3 macam :
ØEpilepsi parsial sederhana (simpel)
ØEpilepsi parsial kompleks
ØBangkitan umum sekunder
·         Epilepsi Parsial Sederhana (Simpel)
Manifestasinya bervariasi tergantung dari susunan saraf pusat yang terkena, bisa dengan gejala motorik, sensorik, autonom ataupunpsikis, dapat memprediksi kemungkinan lokasi anatomik tetapi yang sering pada lobus frontalis dan temporalis, merupakan penyakit serebral fokal, dapat mengenai berbagai umur, tidak terjadi penurunan kesadaran.
·Epilepsiparsial sederhana dengan gejala motorik
Fokus epileptik biasanya terdapat di girus presentralis lobus frontalis (pusat motorik). Kejang mulai di daerah yang mempunyai reprensetasi yang luas di daerah ini. Dimulai dari ibu jari, meluas ke seluruh tangan,lengan, muka, dan tungkai. Kadang-kadang berhenti pada satu sisi. Tetapi bila rangsangan sangat kuat, dapat meluas ke lengan atau tungkai yang lain, sehingga menjadi kejang umum. Disebut sebagai jackson motorik epilepsi.
·Epilepsi parsial sederhana dengan gejala sensorik
Fokus epileptik terdapat digirus postsentralis lobus parietalis.penderita merasa kesemutan di daerah ibu jari, lengan, muka dan tungkai, tanpakejang motoris, yang dapat meluas ke sisi lain. Disebut sebagai jackson sensoric epilepsy.
·Epilepsi parsial sederhana dengan gejala Autonom
Sering sebagai komponen generalized seizures atau partial complex seizures yang berasal dari lobus Frontalis atau lobus Temporalis. Manifestasi klinisnya dapat berupa : perubahan warna kulit, perubahan tensi darah, perubahan denyut nadi, perubahan ukuran pupil, berdirinya bulu roma.
·Epilepsi parsial sederhana dengan gejala Psikis
Fokus dapat di lobus temporalis, frontalis atau parietalis. Lebih sering sebagai aura pada complex partial seizures. Manifestasi klinisnya ada 6 macam :
ØDysphasic symptom
Korteks area bicara, paling banyak di lobus frontal, temporal atauparietal. Gejala – gejalanya :bicara terputus, bicara berkurang berat, postictal dysphasia. Repetitive kata-kata pada komplexs partial seizures yang berasal dari Hemisfere non dominant.
ØDymsnestic symptom (Gangguan Memori)
Fokus terdapat di lobus temporalis. Adanya deja vu dan deja entendí (pernah melihat atau mendengar), Jamais vu dan jamais entendu (belum pernah melihat atau mendengar).
ØCognitive symptoms
Focus terdapat di lobus temporalis. Mimpi, distorsi persepsi terhadap realita ~ depersonalisasi.
ØAffective symptoms
Focus di lobus temporalis : Symptom psikik (paling sering), terutama: rasa takut/ menyeramkan, diikuti manifestasi autonom (midriasis, perubahan warna kulit, bulu roma berdiri), lari menghindar / mencari bantuan, anak-anak mendatangi orang tuanya dengan wajah ketakutan, marah dan irritabiliti, depressi, kegembiraan, perasaan erotic, tenang.
Focus di lobus frontalis : tertawa tanpa kegembiraan.
ØStructured hallucination
Focus terdapat dilobus temporalis, parietal atau occipitalis
ØILLUSI
Focus di lobus temporalis, parietalis atau occipitalis. Ukuran (Makropsia, mikropsia), bentuk, berat, jarak, suara.
·         Epilepsi parsial kompleks
Fokus di lobus temporalis ± 60% dan di lobus frontalis ± 30%. Pada epilepsi parsial kompleks terdapat3 komponen, yaitu : aura, penurunan kesadaran dan automatisms. Epilepsi parsial kompleks disebut juga sebagai epilepsi psikomotor. Pada epilepsijenis ini, meskipun terdapat gangguan kesadaran, penderita masih dapat melakukan gerakan – gerakan otomatis. Penderita ini bila ditegur tidak menjawab. Umumnya penderita tidak melakukan tindak kriminal atau menyerang orang lain, tetapi dapat agresif bila dihalangi kemauanya. Setelah serangan berakhir penderita lupaapa yang telah dilakukanya (amnesia). Bila epilepsi ini sudah lama timbul, maka dapat timbul afasia sensorik dan hemianopsia oleh karena kelainan di lobus temporalis.pada rekaman EEG,akan terdapat gambaran spike,kadang – kadang slow-wave di daerah temporal.
·Aura : Identik dg parsial sederhana dg ber mcm manifestasi (psikis : affective ~ rasa takut/menyeramkan). Biasanya timbul dalam beberapa detik, jarang dalam menit, jam atau hari.
·Gangguan kesadaran dapat terjadi dengan gangguan kesadaran sejak onset atau onset parsial sederhana diikuti penurunan kesadaran. Dapat berupa : absence and motor arrest “The motionless stare”, pandangan kosong, kaku, posturing, mild tonic jercking
·Automatism
Gerakan involunter yang terjadi selama atau akibat seizures, dalam periode tidak sadar. Paling sering, pada seizures lobus temporalis dan lobus frontalis.
Macam-macam Automatism
ØOro-alimentary : mengunyah, menelan, mencucu, meludah
ØMimicry : tertawa, marah, takut, heboh
ØGestrual : mengetuk-ngetuk tangan, menggosok-gosok tangan, gerakan menyuruh, mengatur/merapikan, membuka baju
ØAmbulatory Automatism : jalan berputar-putar, berlari
ØVerbal Automatisms : suara tak berarti, menderum/mendengung, bersiul, mendengkur, kata yang diulang-ulang/kalimat
ØResponsive Automatism : bertujuan, merespon rangsang dari lingkungan
ØViolent Behavior : bengis, tidak pernah diingat, tidak pernah direncanakan, tidak mahir, jarang dengan tujuan yang jelas
·         Bangkitan umum sekunder
Partial seizures sering sebagai aura yang terjadi beberapa detik, sebelum generalized seizures. Biasanya dalam bentuk :
·Parsial sederhana à tonik-klonik umum.
·Parsial kompleks à tonik-klonik umum.
·Parsial sederhana à parsial kompleks à tonik-klonik umum.
II. Epilepsi Umum (Generalized)
Pada kelompok ini, gambaran klinik dan atau perubahan EEG menunjukan bahwa dari awalnya cetusan epileptik melibatkan kedua hemisfer dengan serentak dan tidak ada petunjuk adanya suatu fokus epilepik di korteks serebri.
·         Epilepsi Grandmal (Tonic – Clonic Seizures)
Merupakan bentuk yang paling sering dijumpai. Sebagian penderita beberapa hari sebelum serangan grandmal merasa tegang, cepat tersinggung, perubahan emosi, dll, sebagai gejala – gejala prodormal. Aura tidak terdapat pada grandmal dan bila ada aura berarti bukan grandmal murni, tetapi ada suatu focus. Jadi adanya aura menunjukan suatu tanda fokal (fokal sign).
Serangan dimulai dengan fase tonik selama ± 30 detik, dilanjutkan dengan fase klonik selama ± 60 detik, kemudian terjadi fase post iktal selama 15 -30 menit.
·Fase Tonik
Semua lengan dan tungkai ekstensi, penderita tampak mengejan sehingga wajahnya merah. Kemudian penderita menahan nafas (apnea) selama ± 30 detik, pada akhir fase ini terjadi sianosis, tekanan darah meningkat, pupil melebar, refleks cahaya negatif, refleks patologis posotif. Kadang – kadang ngompolkarenakontraksi tonik involunter. Inkontinensia ini bias sebagai diagnosis banding organik atau histerik.
·Fase Klonik
Terjadi kejang ritmik, penderita bernafas kembali, kadang – kadang lidah tergigit, sehingga ludah bercampur darah (buih kemerahan). Pada fase ini wajah kembali menjadi normal, tekanan darah menurun, tanda – tanda vital normal.
·Fase Post-ictal
Setelah kejang penderita tertidur. Waktu penderita bangun mula – mula terjadi disorientasi, tetapi beberapa menit setelah fase ini penderita menjadi normal kembali, dan dapat berjalan seperti biasa.
Serangan grandmal kadang – kadang terjadi berturut – turut sehingga penderita tidak sadar untuk waktu yang lama. Bila antara kedua kejang penderita tidak sadar disebut sebagai status epileptikus. Bila penderita sering kejang dan diantara kedua kejang penderita sadar, disebut sebagai serial epileptikus.
B. ABSENCE SEIZURE (PETIT MAL / LENA)
Pada epilepsi jenis ini tidak terdapat kejang. Epilepsi ini ditandai oleh terjadinya gangguan kesadaran dalam waktu singkat (6-10 detik), tiba-tiba kehilangan kesadaran danaktivitas motorik, sehingga penderita tidak sampai jatuh (tonus otot normal). Penderita berhenti dari aktifitas yang dilakukan, seakan – akan melamun, kemudian melakukan aktivitas kembali. Gejala lain (pada serangan yang lama) :berkedip, gerakan klonik ringan, automatisme yang singkat. Serangan kadang – kadang dapat 10 – 20 kali dalam sehari (dapat berulang-ulang 100X/hari). Karena singkat, biasanya tidak diketahui orang sekitarnya. Serangan bersifat mengelompok, memburuk bila terbangun, dapat dicetuskan oleh : kelelahan, rileks, stimulasi fotik atau hiperventilasi. Serangan sangat banyak pada idiopathik generalized epileptic
EEG menunjukan gambaran yang sangat khas, yaitu dalam 1 detik terdapat 3 kompleks gelombang tumpuldan runcing, disebut 3/sec spike slow wave (3/sec S-W). Baik klinis maupun EEG dapat diprovokasi dengan hiperventilasi.
Epilepsi petit mal dapat tejadi pada masa anak-anak atau dewasa, akan tetapi banyak terdapat pada anak-anak awal usia sekolah. Penderita sering dimarahi gurunya karena melamun.
·         MIOKLONIK
Kontraksi otot sesaat, oleh karena lepas muatan listrik kortical. Dapat single atau berulang, sangat ringan (twitch) sampai jerking, paling berat (the Flying Saucer Syndrom). Dapat dicetuskan oleh : suara, kejutan, photic stimulation, perkusi. Dapat terjadi pada semua umur, akan tetapi banyak terdapat pada anak-anak. Saat serangan terjadi gangguan kesadaran sebentar, disertai gerakan involunter yang aneh dari sekelompok otot, terutama pada tubuh bagian atas (bahu dan lengan) yang disebut myoclonic jerking.
·         KlONIK
Epilepsi klonik jarang terjadi. Bangkitan ini selalu simtomatik. Bangkitan berupa gerakan jerking ritmik (klonik jercking) pd kedua tangan dan kaki, asimetris (sering), irreguler. Epilepsi klonik sering pada neonatus, bayi.
E.TONIK
kontraksi otot tonik mendadak, terjadi penurunan kesadaran tanpa klonik ( 20- 30 dtk), sering terjadi saat tidur, dapat terjadi pada semua umur. Terjadi kontraksi otot-otot wajah; mata terbuka lebar; bola mata menarik keatas; extensi leher; spasme otot-otot extremitas bagian proximal sampai ke distal lengan diangkat keatas seperti menahan pukulan kepala; menangis sampai apneu (mungkin), kepala mengangguk-angguk dan perubahan posture yang ringan.
F.Epilepsi Atonik
Pada epilepsi atonik, secara mendadak penderita kehilangan tonus otot. Hal ini dapat mengenai beberapa bagian tubuh ataupun pada otot seluruh badan, misalnya tiba-tiba kepalanya terkulai karena kehilangan tonus otot leher, atau secara tiba-tiba penderita terjatuh karena hilangnya tonus otot tubuh. Serangan ini berlangsung singkat, disebut sebagai drop attact. Serangan berlangsung hanya sebentar dan segera recovery.
III. Unclasified Epileptic Seizures
Jenis ini, tidak termasuk semua yang diatas, data tidak komplit, gejala-gejala yang timbul tidak sesuai : gerakan bola mata ritmik, mengunyah-ngunyah., gerakan seperti berenang, pernafasan berhenti. Banyak terjadi pada bayi
2.8 Diagnosis dan Diagnosis Banding 9
I. Diagnosis
Ada 3 langkah untuk menuju diagnosis epilepsi, yaitu :
·         Langkah pertama : memastikan apakah kejadian yang bersifat paroksismal menunjukan bangkitan epilepsi atau bukan epilepsi
·         Langkah kedua: apabila benar – benar terdapat bangkitan epilepsi, maka tentukanlah bangkian yang ada termasuk bangkitan apa (lihat klisifikasi)
·         Langkah ketiga : pastikan sindrom epilepsy apa yang ditunjukan oleh bangkitan tadi, atau epilepsy apa yang diderita oleh pasien, dan tentukan etiologinya.
Diagnosis epilepsi ditegakan atas dasar adanya gejaladan tandan klinik dalam bentuk bangkitan epilepsi berulang (minimal 2 kali) yang ditunjang oleh gambaran epileptiform pada EEG. Secara lengkap urutan pemeriksaan untuk menuju ke diagnosis adalah sebagai berikut :
·         Anamesis (aotu dan alo-anamesis)
·         Pola / bentuk bangkitan
·         Lama bangkitan
·         Gejala sebelum, selama dan pasca bangkitan
·         Frekuensi bangkitan
·         faktor pencetus
·         ada atau tidaknya penyakit lain yang diderita sekarang
·         usia pada saat terjadinya bangkitan pertama
·         riwayat pada saat dalam kandungan, persalinan atau kelahiran dan perkembangan bayi atau anak
·         riwayat terapi epilepsi sebelumnya
·         riwayat penyakit epilepsi dalam keluarga
·         Pemeriksaan fisik umum dan neurologi
§Hal _halyang perlu diperiksa antara lain adanya tanda _ tanda dari gangguan yang berhubungan dengan epilepsi, misalnya trauma kepala, infeksi telinga atau sinus, gangguan kongenital, gangguan neurologik fokal atau difus, kecanduanobat terlarang atao alkohol, dan kanker.

Senin, 25 Oktober 2010

Effek Nawala




Sering menjumpai halaman yang diakses tiba-tiba muncul seperti itu dalam beberapa hari ini ? jika iya berarti anda sedang mengakses situs terlarang. situs-situs yang berbau pornografi, judi dan phising/malware. gambar diatas merupakan contoh salah satu web yang diblokir oleh nawala project. nawala project merupakan layanan pemblokir situs-situs terlarang. nawala bisa dipasang melalui DNS komputer maupun di modem atau router. saya tidak akan menjelaskan cara pemasangannya. silakan cari sendiri. Untuk saat ini pemerintah melalui menkominfo telah mengultimatum ISP agar memblokir situs-situs semacam itu.

Tadi pagi saya kaget ketika konek  internet pake telkomsel flash , ternyata semuanya sudah dibabat sama nawala projek, kenapa banyak situs yang diblokir, padahal tidak semua website berbau porno. Ternyata ISP ini  sudah memasang "senjata" ini di server. Sampai saat ini banyak situs-situs yang sudah jadi "korban" nawala project ini. Berdasar penelusuran saya situs-situs porno besar sudah diblok. Selain itu banyak website penyedia web proxy juga ikut diblokir.

Banyak jalan menuju Roma. mungkin pepatah itulah yang pas bagi para pengguna internet di Indonesia yang masih ingin mengakses situs-situs tersebut. banyak software yang bisa mem-by pass blokir tersebut. tapi saya tidak akan menyebutkan satu persatu dan cara penggunaannya. Sebagai WNI yang baik saya mendukung program ini demi kebaikan bangsa. mau jadi apa generasi bangsa ini kelak kalau anak-anak sekarang tontonannya kaya gitu.

Kamis, 21 Oktober 2010

Cincin Pelangi Matahari



Pada siang hari ini  di kota Padang dan sekitarnya. Dikejutkan dengan fenomena alam yang terjadi pada matahari. Dimana Matahari di kelilingi oleh cincin pelangi. Peristiwa ini terjadi berkisar pukul 12.00 . Dengan adanya lingkaran pelangi yang mengelilingi sang matahari membuat hati ini sangat kagum dengan Sang pencipta.
Dari kejadian alam ini membuat kami menjadi ingin tau kenapa bisa terjadi hal semacam ini. Yah sambil iseng-iseng saya cari tau dari media Internet. Ternyata saya mendapatkan sebuah jawaban, bahwa peristiwa ini pernah terjadi pada tahun 2003 dan tempatnya saya kurang tau dimana. Kalau mau tau cerita lebih jelasnya buka situs “http://www.komonews.com/weather/faq/4308372.html” Tetapi diceritakan bahwa hal ini terjadi karena diatas awan terjadi pengkristalan es dan terkena sinar matahari. Dikarnakan sinar mana hari mengenai kristal es, Maka Sinar tersebut memantulkan sinar matahari berwarna Pelangi. Wuallah huallam?
Ini adalah  Beberapa photo yang dapat kami ambil. Dimana matahari dikelilingi lingkaran pelangi, kami perlihatkan dari hasil jepretan kami:

Rabu, 20 Oktober 2010

Atiek CB one of My Favorit singer

ATIEK CB
Tempat/tgl lahir : Kediri, 25 Mei 1964



MENGAPA ATIEK CB ?
Karena Atiek CB menurut hemat saya adalah salah satu penyanyi Indonesia yang memiliki karakter yang kuat, baik dari segi vokal, penampilan maupun kepribadian. Selain itu dengan rentang karir yang cukup panjang, dia banyak mengeluarkan album, dan hampir dari setiap albumnya (baik itu album solo atau kolaborasi dengan artis lain) selalu melahirkan lagu HITS.
VOKAL
Warna vokalnya khas dan cukup flexibel, karena bisa menyanyikan lagu sweet pop, pop kreatif atau pop dengan sentuhan rock dengan sama baiknya. Bahkan dia juga cukup baik dalam melagukan lagu dengan balutan jazzy. Warna vokal Atiek sangat khas & unik : sexy dan sensual, namun ada power-nya. Ini yang membedakan dia dengan artis2 penyanyi wanita lainnya.
PENAMPILAN
Dari segi penampilan, Atiek juga sangat gampang dikenali, yaitu dengan trademark kaca mata hitam yang selalu dikenakannya. Kalau dicermati dari cover albumnya, kebiasaan Atiek menggunakan kaca mata hitam ini sudah dimulai sejak album TRANSISI (1984).
KEPRIBADIAN
Atiek termasuk salah satu artis yang sepi gossip, kecuali saat perceraiannya dengan mantan personil Trio Libels, Ronnie Sianturi dan pernikahannya dengan lelaki bule Laurent Smith. Salah satu penyebabnya mungkin adalah sikap tertutup Atiek terhadap pers, terutama yang menyangkut kehidupan pribadinya. Di luar itu, Atiek adalah pribadi yang ceplas-ceplos, bahkan kadang suka terdengar "asal jawab" bila ditanya wartawan, namun hal ini tak lebih adalah dampak keluguan seorang Atiek. Dia adalah pribadi yang apa-adanya, tidak neka-neko, tidak haus popularitas seperti artis2 jaman sekarang. Satu fakta yang membuat saya menaruh simpati terhadap Atiek adalah saat perceraiannya dengan Ronnie Sianturi. Mungkin banyak yang tidak tahu apa penyebab perceraian mereka saat itu. Ini tak lepas dari sikap dewasa seorang Atiek CB yang tidak mau membeberkan sisi kelam suaminya saat itu. Dia pernah mengalami kekerasan selama rumah tangganya dengan Ronnie. Kalau lagi ribut, tidak saja kata2 kotor yang keluar dari mulut Ronnie, namun juga kekerasan fisik. Bahkan pernah, karena belum merasa siap memiliki anak, Ronnie meminta Atiek untuk menggugurkan kandungannya. Merasa tidak kuat akhirnya Atiek memutuskan bercerai. Tapi selama ini pers tidak pernah bisa mengungkap sisi gelap perkawinan mereka. Ini tidak lain karena sikap Atiek yang tidak mau membeberkan aib suaminya sendiri. Tidak seperti artis sekarang yang belum apa-apa sudah siap mengundang infotainment, saling cari dukungan, kemudian saling menghujat. Bleghhhhh....
Kalau saja seorang Ronnie Sianturi (yang akhirnya sadar) tidak pernah membeberkan kisahnya sendiri dalam sebuah kesaksian rohani, mungkin kisah ini pun akan terkubur seiring berakhirnya perkawinan mereka.
RENTANG KARIR
Dengan rentang karir yang cukup panjang, banyaknya album yg dirilis (walau sebagian besar bukan murni album, melainkan, satu atau dua lagu yang dirilis bersama hits2nya terdahulu), dan sebagian besar lagunya menjadi hits, maka tidak salah kalau Atiek dikategorikan sebagai salah satu penyanyi wanita terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Paling tidak dia sudah teruji waktu. Tidak banyak artis yg bisa memiliki rentang karir cukup panjang.
Seiring waktu, pengalaman bermusik Atiek pun semakin bertambah. Dari musisi A Riyanto, Bartje Van Houten, Cecep AS, Oddie Agam, Erwin Gutawa, , Adjie Soetama, Youngky Soewarno, Dian PP & Deddy Dhukun, KLA Project bahkan sampai generasi baru macam Thomas Ramdhan (Gigi) sampai Dewiq & Pay, semua pernah berkolaborasi dengan Atiek.
Kejelian Atiek dalam memilih musisi dan lagu pun layak diapresiasi. Cecep AS dulu mungkin belum populer saat hits RISAU (dari album Transisi) meledak (mungkin karya Cecep yg populer saat itu hanya Tirai-nya Rafika Duri). Namun sejak lagu RISAU meledak, karya Cecep AS mulai banyak bermunculan, bahkan beberapa hits Atiek berikutnya adalah karya Cecep AS.
Kemudian di album TRANSISI, Atiek sudah berani berkolaborasi dengan seorang Erwin Gutawa, yang saat itu masih merintis karier. Saat KLA Project masih merajai musik Indonesia, Atiek pernah berkolaborasi lewat lagu INILAH SAYA (dari album DIA). Namun warna musik yang diusungnya agak berbeda, yaitu pop dengan sentuhan blues. Personally, ini adalah lagu Atiek CB yang paling favorit. Dengar saja vocalnya di lagu tsb, begitu hidup dan unik..apalagi suara tertawanya yg dipadukan dengan vokal latar Lilo, membuat lagu itu semakin "Atiek".
Lagunya pun sempat menjadi hits. Karena sering diingatkan oleh seorang teman MP, yg kebetulan sangat menyukai lagu ini, mungkin perlu dituliskan juga bahwa lagu INILAH SAYA sempat menduduki posisi jawara di Jenjang Tembang majalah "HAI" yg saat itu cukup bisa menjadi barometer musik, selama 5 minggu berturut-turut. Suatu pencapaian yang sulit didapat lagu lain, mengingat ketatnya persaingan antar lagu di Jenjang Tembang saat itu.
Di tahun 1999, lewat album "AKU JADI AKU", Atiek bahkan mengawinkan seorang Ahmad Dhani (dulu belum menyebalkan seperti sekarang) dengan seorang Melly Goeslaw, leawt lagu yang berjudul sama dengan albumnya. Sepertinya ini adalah satu2nya kolaborasi antara Dhani dan Melly. Masih kurang? Di tahun 2001, lewat album "JANGAN TINGGALKAN", Atiek menjadi salah satu artis yang pertama kali berani membawakan lagu ciptaan Dewiq - yang saat itu juga belum populer - sebagai lagu hits andalannya, yaitu lagu KAU SELALU BENAR. Sayangnya album ini sekaligus menjadi album terakhir seorang Atiek CB. Semoga suatu saat nanti Atiek bisa merilis album lagi.


Berikut ini link download lagu2 nya atiek CB MONGGO DI KLIK YA......

Antara anyer dan Jakarta 
Berhentilah 
Benci Sendiri
KAU ADA DIMANA
Sampai Sekian 
Kau Selalu Benar 
Dia 
Kau Masih Disana 

Jumat, 15 Oktober 2010

Tanda-tanda Akan terjadinya Gempa Besar

Tanda-tanda Alamiah Gempa

   1. Beberapa minggu dan hari sebelum terjadi gempa besar, biasanya akan muncul awan hitam mulai siang hingga sore hari. Kemunculannya hanya sekali dua kali/hari, setelah itu lenyap dengan sendirinya. Ciri-ciri awan hitam tersebut seolah bagaikan mendung tetapi tidak menghasilkan hujan, warnanya hitam keabu-abuan bergumpal, tetapi rata menutupi seluruh ruang pandang di langit. Awan hitam itu seolah jaraknya dengan bumi terasa sangat rendah/dekat. Tidak ada angin, suasana mencekam, hening namun terkesan sangat mistis (beraura energi kuat).

   2. Cermati bila keadaan di atas mulai tampak. Coba anda konsentrasi di dalam rumah dan coba juga di luar rumah, apakah badan anda merasa panas/gerah atau malah cenderung dingin ? Jika anda tidak merasakan gerah, seyogyanya anda lebih hati-hati.

   3. Langit cerah dan bersih, kadang terdapat gumpalan awan putih dengan membentuk sebuah konfigurasi yang aneh dan unik. Kadang muncul knfigurasi seperti pusaka misalnya keris, kujang, rencong, ekor kuda, tongkat vertikal. Kadang berbentuk menyerupai wayang kulit, wajah raksasa, wajah bola mata manusia dst. Berbagai konfigurasi awan yang aneh-aneh tersebut merupakan gejala yang dipengaruhi oleh radiasi energi bumi, kondisi tekanan udara yang mengalami distorsi oleh adanya desakan energi bumi yang melebihi kewajaran. Masing-masing konfigurasi awan memiliki arti dan makna sendiri-sendiri. Untuk menerjemahkannya pun perlu keahlian khusus setelah kita terbiasa mengolah rahsa pangrasa.

   4. Di samping itu, saat sebelum gempa suhu terasa sangat panas menyengat melebihi kewajaran biasanya. Bahkan pada saat anda di dalam ruangan atau rumah sekalipun. Rasakan dan cermati hawa panas semacam ini, biasanya secara spontan membuat perasaan menjadi panik, gundah, gelisah. Itulah panasnya hawa bebendu, sampai terasa panas di daun telinga kita, panas seperti dipanggang api. Bila kita merasakan hawa dan gejala alam seperti ini hendaklah meningkatkan kewaspadaan, biasanya hawa panas tersebut merupakan radiasi dari tegangan energi dari dalam lempeng bumi yang siap terlepas menjadi energi gempa bumi tektonik yang besar. Hawa panas semacam ini dapat kita rasakan dalam jarak hingga ribuan kilometer. Misalnya posisi kita sedang di Jakarta, lalu merasakan hawa panas tersebut, yang menjadi gejala akan terjadi gempa di wilayah Papua, Maluku, Ambon, Sumatera Barat, Bengkulu, dan Lampung. Hawa panas tersebut bisa di rasakan dari mana arah datangnya.  Nah, arah itulah menunjukkan lokasi tempat di mana akan terjadi gempa bumi.

   5. Rasakan aura panas “bebendu” tersebut, yang terasa mengalir dari dalam tanah, melewati permukaan tanah lalu naik ke atas menjadi radiasi yang kuat.

   6. Bila anda tidur di bawah tidak di atas ranjang, berarti anda langsung bersentuhan dengan bumi. Saat itu anda bisa berkonsentrasi dan memasang indera batin dan kalbu anda untuk mencermati suara yang berasal dari bawah permukaan tanah, atau yang berasal dari dalam bumi. Apabila terdengar suara gemuruh, terkadang disertai letupan dan dentuman kecil, hendaknya kewaspadaan ditingkatkan. Karena suara gemurh dan dentuman-dentuman itu merupakan proses pergerakan lempeng bumi yang akan berubah menjadi kekuatan gelombang tektonik.

[I]Tanda-tanda Khusus[/I]

Bagi yang telah terbiasa olah batin dan menajamkan rasa pangrasa,  atau rahsa sejati akan lebih mudah membaca peringatan dini dari  sinyal-sinyal yang dipancarkan dalam gerak-gerik makhluk penghuni alam semesta ini.

   1. Beberapa minggu misalnya antara 4 s/d 12 minggu sebelumnya, kita dapat menyaksikan peristiwa spektakuler, di mana terjadi eksodus besar-besaran oleh masyarakat “halus” dari arah mata angin tertentu menuju ke satu arah yang lain. Misalnya dari arah selatan ke arah utara. Disebut masyarakat karena mereka hidup berkelompok, juga membuat suatu koloni yang saling berinteraksi di antaranya. Masyarakat “halus” itu rupanya sudah merasakan suhu panas yang terpancar dari pusat gempa (episentrum). Walaupun  gempa belum terjadi, namun energi tektonik yang tertahan dan terakumulasi di dalam lapisan kulit bumi dalam sekian lama waktunya akan menimbulkan spleteran energi yang terasa panas dan membuat badan terasa gerah sekali. Panas itulah yang membuat mereka tidak betah/kuat lalu “mengungsi” menjauhi pusat-pusat panas calon episentrum tersebut. Hal ini pernah terjadi 3 bulan sebelum gempa Jogja. Dan 2 bulan sebelum gempa Bengkulu akhir tahun 2007 lalu.

   2. Perilaku binatang yang tidak wajar alias keluar dari pakem kebiasaannya. Misalnya kucing, anjing,  mencari tempat-tempat yang dingin untuk berteduh/tidur. Biasanya kucing dan anjing betah di tempat-tempat yang hangat dan panas.  Kicau burung emprit gantil yang semakin intensif terdengar di malam hari, padahal biasanya emprit gantil berkicau di pagi, siang, dan sore  hari.

   3. Hewan dan binatang melata, binatang yang hidup di dalam rongga tanah keluar berkeliaran pada waktu-waktu diluar kebiasaannya, berkeliaran ke tempat-tempat yang tidak biasa disambangi atau menjadi habitat hidupnya.

Demikian pengetahuan sederhana yang bisa saya share untuk para pembaca yang budiman, semoga bermanfaat bagi kebaikan bersama. Tulisan ini antara lain sebagai upaya bersyukur secara konkrit, karena Gusti Ingkang Murbeng Gesang telah memberikan anugrah hingga nyawa kami selamat dari keganasan gempa tektonik yang melanda wilayah Bantul, Yogya, Sleman, Kulonprogo, Klaten dan sekitarnya pada 27 Mei tahun 2006 lalu yang merenggut nyawa kurang lebih 8000 orang meninggal dunia, 350 ribu rumah hancur lebur, 38.000 orang luka berat dan ringan. Dengan ngelmu-ngelmu warisan leluhur tersebut, Gusti Hyang Manon mengijinkan kami “weruh sadurunge winarah” sehingga dapat melakukan antisipasi menjaga keselamatan keluarga dan seluruh orang-orang terdekat. Meskipun gagal meyakinkan pejabat dan pemegang tampuk pemerintahan tertinggi negeri ini untuk melakukan langkah antisipasi.

Walau tatapan batin ini masih suram sekali memandang ke depan, namun tetap saja harapan kami tak bergeming, semoga bencana alam dan bencana kemanusiaan  segera usai, saya percaya suatu saat nanti akan tiba waktunya, “habis gelap terbitlah terang”. Dan di saat itulah kelak banyak orang sadar diri bahwa selama ini “kebenaran” yang erat-erat digenggamnya, ternyata imitasi,  ”jauh panggang dari api”.

Varicella

I.Sinonim
Sinonim varisela : chiken pox infection, water pox infection, tear drop infection, cacar air.1,2,3
II.Definisi
Adalah penyakit infeksiakut primer oleh virus Varicela zooster yang menyerang kulit dan mukosa , berupagejala klinik konstitusi, kelainan kulit yang polimorfik, terutama di bagian sentral tubuhdengan penyebaran lesi secara sentrifugal.1,2,3
III.Epidemiologi
Penyakit ini bersifat kosmopolitan. 1,2,3,4 Saat inisekitar 60 –90juta kasusVaricela ditemukan di duniatiap tahunnya. 2,3 Insidennyalebih banyak terjadi pada wilayah tropis dan semi tropis .4 Secarauniversal insiden terbanyak terjadi padausia3-6 tahun.2 Hanya 5 % kasus yang terjadi pada usia kurang dari 15 tahun, dan hanya 10 % kasus terjadi pada usia di atas 14 tahun 2,3. Tetapi di wilayah AS Variselabanyak ditemukan pada usia kurang dari 10 tahun.2 Sejak pelaksanaan program vaksinasi intensifdi dunia (1995 - sekarang )insidendan morbiditas karena varisela menurun secara signifikan.2 Masa penularannya lebih kurang tujuh hari sejak terjadi infeksi kulit.1 Penyakit ini tidak dipengaruhi ras dan jenis kelamin. 1,2,3,4
IV.Etiologi
Penyakit ini disebabkan oleh virus Varisela - Zosterdengan nama lain Human (alpha) herpes virus 3 sub famili alpha herpes viridae. Merupakan DNA double helix , genom virus mengkode lebih daripada 70 protein, termasuk protein yang berhubungan dengan antigen virus.2,3
V.Patofisiologi
Virus varisela zostermemasuki tubuh manusia melaluiinhalasi (aerogen ) yaitu udara yang berhubungan dengan pernapasan seperti batuk, bersin atau kontak langsung dengan kulit yang terinfeksi. Saat virus varisela-zoster masuk ke dalam mukosa dan pindah ke sekresi saluran pernapasan , ia akanberkolonisasi di traktus respiratorius bagian atas.3Virus awalnya bermultiplikasiawal setempat. Kemudian virus menyebar kekelenjar limfe regional di sekitar traktus respiratorius, pada 2-4 hari setelah paparanawal terjadi., lalu menyebarmelalui aliran darah dan limfe seluruhtubuh pada 4-6 hari sesudah paparanawal. (inilah yang disebut viremia primer )2,3,4.
Lalu Virus inimencapaisel retikuloendotelial hepar, limpa, dan organtarget lainnya. 2,3Seminggu kemudian (14 –16 hari sesudah paparanawal ), terjadilah viremia sekunder : Virus ini sudahbereplikasicukup banyak disel retikuloendotelial organ dalamdanpada kulit ; akan menimbulkan lesikulit yang khas.1,2,3,4 Sebenarnya pada saat virus bereplikasi, sudah dihambat oleh imunitas non spesifik. Tetapi pada kebanyakan individu replikasi virus ini lebih dominan dibandingkan imunitas tubuhnya, sehingga dalam waktu 2 minggu sesudah paparan awal sudah terjadi viremiayang lebih hebat (viremia sekunder), seperti yang telah dijelaskan di atas.
Masuknya virus dan disertai masa inkubasi adalah selama 17-21 hari, lalu pada saat tersebut akan terjadi penyebaran secara subklinis. Lesi pada kulit akan timbul dan menyebar bila infeksi masuk pada viremia sekunder .1,2,3,4
Viremia sekunder ini juga dapat mencapai sistem respirasi kembali , sebelum menimbulkan lesi khas pada kulit.3Hal inilah yang menyebabkan varisela sangat menular sebelum lesi khas muncul
Kerusakan pada SSP dan hepar juga mungkin terjadi pada stadium ini. (encephalitis dan hepatitis ).3,4
V.Gejala Klinis
·Secara keseluruhan masa inkubasi penyakit ini adalah 17-21 hari dengan rata-rata 10-14 hari.2,3,4
·Gejala awal yang terjadi(Gejala prodromal) umumnya terjadi 1-3 hari, tetapi pada anak umumnyahanya 1-2 hari : demam dengan kenaikan suhu yang tidak terlalu tinggi , rasa tidak enak pada perut, batuk kering (sore throath), malaise, sakit kepala, anorexia. Gejala tampak lebih berat pada orang dewasa.2,3,4
·Pada akhir masa prodromal mulai timbulgejala pada kulit berupa macula dan papula berukuran 2-4 mmyang disertai rasa gatal.3,5
·Dengan cepat (beberapa jam kemudian ) lesi ini berkembang menjadi gejala kulit yangkhas yaitu vesikel jernih dengan dasar erimatousseperti tetesan embun (tear drops) berukuran milier-lentikuler yang pola penyebarannya secara sentrifugal. (Berawal di daerah sentral tubuhlalu menyebar ke wajah dan ekstremitas ) . Setelah 8-12 jam cairan di vesikel menjadi lebih keruh (pustula), kemudian menjadi krusta. Perubahan vesikel menjadi pustulalalu krusta berlangsung selama 2-12 hari dengan rata-rata 6 hari. Setelah itu krusta dapat lepas sendiri dan terkadang meninggalkan bekas (sikatrik) yang umumnya dapat hilang secara perlahan. Sementara proses ini berlangsung , timbul lagi vesikel -vesikel baru, selama 3-5 hari, sehingga memberikan gambaranpolimorfik dan erpsi bergelombang. 1,2,3,4,5
·Pada anakdapat muncul lesi berjumlah 10-1500 buah dengan rata-rata (250-500 buah).3
·Penderita sembuh sempurna rata-rata setelah 7-34 hari (rata-rata 16 hari ).3
·Beberapa lesi dapat muncul di orofaring dan agak jarang menyerang selaput lendir mata.1,2,3
·Pada ibu hamil yang terinfeksi varisela selama kehamilan dapat terjadi
1.Bila terjadi pada awal kehamilan ( Congenitalvaricella syndrom(kelainan congenital pada janin ).Janin yang terinfeksi pada minggu ke 6-12 kehamilan tampak mengalami kelainan paling berat pada perkembangan tungkai. Janin yang terinfeksi pada minggu ke 16-20 kehamilandapat mencakup kelainan mata dan otak. Infeksi varisela pada usia gestasi 20 minggu juga dapat menyebabkan terjadinya infantile zoster.3,5
2.Bila terjadi pada tri semester akhir kehamilan ( pada minggu ke 37-42 ), dapat menyebabkan congenital varicella atau neonatal varicella Cacar air pada neonatus ini ,terkadang dapat sangat berat dan menimbulkan kematian.3,5
VI.Diagnosis Banding
·Variola
·Herpes zoster
VII.Diagnosa
Ditegakkan berdasarkan
1.Anamnesa , adanya gejala klinik berupa demam, malaise (prodromal ) yang disertai ruam yang khas pada kulit, dan riwayat perjalanan penyakit
2. Pemeriksaaan fisik ditemukannya ruam yang khas tersebut pada kulit, dan lokalisasi yang khas diawali di bagian sentral tubuh (ruam papulovesikuler, polimorfik, penyebaran sentrifugal, lesi bergelombang ).
3.Diagnosa dapat ditunjang dengan pemeriksaan berupa :
1.Laboratorium : lekopeni pada 72 jam pertama dan selanjutnyalekositosis menunjukkan terjadi viremia sekunder. Lekositosis yang sangat berlebihan dapat merupakan pertanda adanya infeksi sekunder. Umumnya pada infeksi varisela ditemukan limfositosis relatif dan absolut.
2.Percobaan tzanck
3.Kulturvirus dari dasar vesikel,
4.Pemeriksaan dengan mikroskop electron
5.Tes serologic dan material biopsi
VIII.Penatalaksanaan
·Dapat diberikan anti virus: Asiklovir 5 x 800mg/hariyang efektifselama 7 hari setelah terpajan .
Atau valacyclovir: 3x 1000 mg /hari selama tujuh hari
Atau Farmcyclovir : 3X 500 mg /hari selama tujuh hari
·Anti histaminoral (dipenhidramin)
Dosis : 25-50 mg/ kg BB / 4 jam untuk dewasa
Anak-anak : 5 mg/ kg BB /dosis
Anti histamin topikal dalam bentuk bedak salicyl 0,5-1 % atau calamin cair.
·Asetaminophen(anti piretik )
Dewasa : 500-650 mg/kali bila demam
Anak-anak : 10-15 mg/kg BB /kali bila demam
*kompres dingin atau boleh mandi.
·Edukasi penderita
IX. Pencegahan
1. Vaksinasi
Vaksin varisela berisi virus varisela strain hidup yang dilemahkan. Vaksin ini aman dan bersifat immunogenik. Vaksin ini efektif bila diberikan pada saat atau setelah usia 1 tahun.Pemberian vaksin secara subkutan sebanyak 0,5 ml. Pada anak
2. Varicella zoster imunoglobulin(VZIG )
Diberikan pada individu yang beresiko tinggi , segera setelah terpapar . Serum inidapat memberi efekperlindungan sekitar tiga minggu. Tetapi efek terbaik dalam melemahkan virus varisela serta mencegah terjadinya gejala klinik pada waktu 96 jam setelah paparan.
X. Komplikasi:
1.Infeksi sekunder dengan bakteriumumnya streptococcus dan stafilocccus
2.Pneumonia
3.Hepatitis
4.Glomerulonefritis
5.Varisela hemorhagic
6.Semua orang yang mengalami varisela memiliki resiko mengalami komplikasi dalam hidupnya berupa herpes zoster (shingles). Setelah infeksi varisela , beberapa virus varisela-zoster akan in aktif dan menetap pada ganglion dorsalis saraf sensoris. Beberap tahun kemudian dapat terjadi reaktifasi ke permukaan sebagai herpes zoster. Ketika terjadi reaktivasi virus ini akan mempengaruhi sel saraf dan kulit, sehinggatimbul rasa gatal dan nyeri sertaruam berupa papula dan vesikel erimatous yang mengikuti dermatom saraf yang terkena .
7.Komplikasi pada SSP ; Sindrom Reye, ensefalitis
XI. Prognosa
-Prognosabaik pada penderita yang non immunocompromized, dan memperhatikan hiegenis perorangan serta perawatan yang teliti.
-Pada penderita dengan gangguan sistem kekebalan tubuh memiliki resiko penyakit yang berat dan kematian.
-Pada cacar air neonatus yangjarak infeksi pada ibunya dengan persalinankurang dari 1 minggu , akan menimbulkan gejala yang sangat berat pada neonatusdan bisa menimbulkan kematian.
-Hampir 30 % varisella pada neonatus menimbulkan kematian.
XII. Referensi
1.Handoko , Ronny P. Penyakit virus . Dalam Ilmu Penyakit Kulit danKelaminEdisi ketiga . Fakultas Kedokteran Indonesia. Jakarta ; 1999
2.Licehnstein, Richard Pediatrics chicken poxor Varicella . emedicine ( serial on line ) . June 13 , 2006(cited on October 14 , 2006). Available from : http: //www.emedicine.com/pediatrics varicella
3.Mehta , parang N, MD . Varicella. emedicine (serial on line ). July 26, 2006 (cited on October 14, 2006 ). Available from :
http : //www.emedicine.com/varicella